RESTRICTED ACCESS || T-SCI

BADAN INTELIJEN NEGARA

REPUBLIK INDONESIA · DEPUTI VI

Strategic Briefing Presentation for INTEGRAL (Intelligence Graph Analytics) is exclusively optimized for Widescreen Display (Landscape min. 1024px) on Command Center / Desktop / Horizontal Tablet screens.

Please rotate your device to Landscape orientation or use a Desktop display to proceed.

[ SYNCHRONIZING SECURE TELEMETRY NODES ]

PLATFORM V1.0

INTEGRAL

MISSION : MULTI-CHAIN CRYPTO INTELLIGENCE & ASSET TRACING

Platform intelijen dan investigasi kejahatan aset digital berdaulat untuk memulihkan keterlacakan aliran dana (restoring auditability) yang sengaja diputus melalui perpindahan antar-rantai blockchain, sindikat tipikor, dan tindak pidana pencucian uang.

Menghubungkan penelusuran graf melintasi 62 jaringan, atribusi klaster entitas dompet, analisis protokol mixer/jembatan (bridge), serta penerbitan laporan forensik terenkripsi yang memenuhi syarat formil alat bukti persidangan.

IDN DOMESTIC 18
GLOBAL HUB 46
Sovereign NKRI Siaga PPATK Sanksi OFAC Non-Kooperatif
BADAN INTELIJEN NEGARA · INTEGRAL V1.0

YURISDIKSI PUSAT TRANSIT

TOTAL VOLUME TRANSIT

$2,457,754

4 PUSAT YURISDIKSI AKTIF (USD EQ)
1. Singapore (SGP) · Layering Arbitrase $1,973,656 ↑
2. UAE Dubai (UAE) · Pelarian Properti $263,792 ↑
3. Cayman Islands (KY) · Trust Shell $145,729 ↓
4. Russia (RU) · SDN OTC Liquidation $74,577 ↑

KOMPARASI ALIRAN LINTAS YURISDIKSI

$28.6M +32% ↑
TOTAL OUTFLOW TERLACAK
$13.2M -22% ↓
POTENSI RECOVERY ASET
63%
Singapore
42%
UAE Dubai
20%
Cayman
37%
Swiss

RADAR VEKTOR ANCAMAN

TERDETEKSI BASELINE
EXECUTIVE SUMMARY

Ringkasan Eksekutif

Platform Investigasi Kejahatan Aset Digital

Sistem Investigasi Kejahatan Aset Digital dan Kepatuhan Anti Pencucian Uang (APU) Lintas Rantai untuk Pemulihan Keterlacakan Aliran Dana Hasil Kejahatan.

01. Permasalahan
CORE PROBLEM
Jejak aliran dana hasil kejahatan terputus ketika dana dipindahkan antar jaringan blockchain yang berbeda.

Sebagian besar perkara tindak pidana pencucian uang dan korupsi melibatkan lebih dari satu rantai (cross-chain), sedangkan perangkat analitik konvensional yang umum digunakan instansi hanya menjangkau satu jaringan tunggal.

02. Solusi Ditawarkan
INTEGRAL PLATFORM
Platform penelusuran aliran dana lintas 62 jaringan, dilengkapi atribusi identitas entitas dan penerbitan laporan forensik yang memenuhi syarat pembuktian.

Menghubungkan penelusuran graf multi-hop otomatis, melacak dompet perantara, mengurai protokol jembatan/mixer, serta menghasilkan dokumen digital terenkripsi yang siap diajukan ke persidangan.

03. Tata Kelola
HUMAN-IN-THE-LOOP
Setiap keputusan yang berdampak pada hak pihak ketiga memerlukan persetujuan analis manusia, disertai mekanisme sanggahan dan pembatalan.

Menjamin perlindungan hak asasi dan kepatuhan hukum tanpa tindakan otomatis sepihak. Seluruh tindakan operasional dicatat dalam append-only audit log yang tidak dapat dimanipulasi.

04. Kedudukan Saat Ini
OPERATIONAL READY
Rancangan antarmuka, spesifikasi teknis, dan lingkungan simulasi telah tersedia dan dapat diperagakan.

Arsitektur modul komputasi graf, mesin analitik AI, serta visualisasi 3D command center telah siap untuk demonstrasi operasional langsung dan pengujian terbatas (Proof of Concept).

KERUGIAN GLOBAL (2024)
$40.9B USD
Kerugian akibat kejahatan aset digital global pada tahun 2024.
JANGKAUAN MULTI-CHAIN
62+ JARINGAN
Cakupan penelusuran EVM, Bitcoin UTXO, Tron, Solana & Cosmos.
KEDAULATAN SISTEM
100% ON-PREMISE
Data intelijen ditempatkan di data center berdaulat wilayah hukum RI.
STANDAR PEMBUKTIAN
KUHAP & JA 7/23
Format laporan forensik terenkripsi SHA-256 siap diajukan ke pengadilan.
KONTEKS STRATEGIS

Latar Belakang

ANALISIS ANCAMAN // BAB 01

Analisis Lingkungan Kejahatan Digital

Pemanfaatan ekosistem aset digital sebagai sarana pencucian hasil kejahatan lintas rantai (cross-chain) dan urgensi penguatan kapabilitas analitik intelijen bagi instansi penegak hukum.

01. Ekspansi Multi-Chain
THREAT EXPANSION
Pemanfaatan aset digital sebagai sarana pencucian hasil kejahatan meningkat seiring bertambahnya jaringan blockchain dan sarana perpindahan aset antar jaringan.

Pelaku kejahatan memanfaatkan 60+ blockchain aktif, likuiditas jembatan silang (cross-chain bridges), dan protokol Web3 untuk memecah serta mengaburkan asal-usul dana haram secara instan.

02. Kerugian Masif Global
$40.9B LOSS
Kerugian akibat kejahatan aset digital secara global tercatat sebesar USD 40,9 miliar pada tahun 2024.

Dampak kejahatan mencakup skema penipuan terorganisir, pencucian uang korupsi, serta pelarian modal lintas yurisdiksi yang mengancam stabilitas fiskal dan kedaulatan moneter.

03. Keterputusan Jejak
BLIND SPOT
Sebagian besar perkara melibatkan perpindahan aset melalui lebih dari satu jaringan, sementara perangkat penelusuran umum hanya menjangkau satu jaringan.

Penjelajah blok konvensional (single-chain explorer) mengalami kebutaan seketika dana masuk ke kontrak jembatan, memutus kesinambungan rantai bukti audit antar jaringan.

04. Kesenjangan Analisis
CAPABILITY GAP
Kewajiban pelaporan dan pengawasan telah diatur, namun dukungan perangkat analisis yang setara belum sepenuhnya tersedia pada instansi pelaksana.

Regulasi TPPU dan standar FATF mewajibkan penegakan hukum cepat, namun instansi di dalam negeri belum didukung workstation analitik forensik mandiri yang berdaulat dan terintegrasi.

Tren Tipologi Lintas Rantai (2024 – 2026)
QUARTERLY INTELLIGENCE
VALIDASI: PERPINDAHAN HARIAN LINTAS RANTAI > USD 100M
4 TIPOLOGI ANCAMAN
ESKALASI CROSS-CHAIN LAYERING
+320%
Lonjakan eksponensial pemanfaatan jembatan blockchain oleh target korupsi sejak 2024.
RATA-RATA HOP PENYAMARAN
8.4 HOP MULTI-CHAIN
Pelaku memecah dana suap melewati 8+ alamat nominee melintasi 2-4 rantai berbeda.
TEMUAN STRATEGIS

Penjelajah blok biasa kehilangan jejak di Hop ke-2. Platform INTEGRAL menyatukan seluruh 8+ hop menjadi 1 rangkaian graf utuh.

Distribusi Kerugian Kejahatan Aset Digital Global
TOTAL USD 40.9 MILIAR
SUMBER: CHAINALYSIS CRYPTO CRIME REPORT & STATISTIK BAPPEBTI
5 KATEGORI KEJAHATAN
TOTAL KERUGIAN GLOBAL (2024)
$40.9B USD
Kerugian akibat kejahatan aset digital secara global tercatat sebesar USD 40,9 miliar pada tahun 2024.
KAPITALISASI PASAR GLOBAL
$3.0T USD
Volume perpindahan masif menyulitkan pemisahan transaksi sah dari transaksi hasil tindak pidana.
ANCAMAN FISKAL NEGARA

Pelarian modal (capital flight) lewat Web3 menyebabkan kebocoran penerimaan pajak dan penyamaran aset gratifikasi tanpa deteksi perbankan formal.

Keterlacakan Aliran Dana per Hop (Single-Chain vs INTEGRAL)
CHAIN OF CUSTODY VISIBILITY
TITIK TERPUTUS: KONTRAK JEMBATAN / BRIDGE SMART CONTRACT
6 TAHAP PENYAMARAN
KEBUTAAN ALAT BIASA
HOP KE-2 0% TRACE
Penjelajah tunggal kehilangan jejak saat aset dikunci pada smart contract bridge rantai asal.
KETERLACAKAN INTEGRAL
94.8% RECOVERED
Mengkorelasikan transaksi minting di rantai tujuan dengan deposit di rantai asal secara otomatis.
TITIK KRITIS AUDIT (PDF HAL. 10)

Dana masuk ke bridge di rantai asal lalu hilang, dan muncul mendadak di rantai tujuan. INTEGRAL memulihkan korelasi graf pembuktian pro-justitia.

Evaluasi Kapabilitas Forensik: Konvensional vs INTEGRAL
SOVEREIGN CAPABILITY
AUDIT KEPATUHAN: UU TPPU, UU ITE, & PEDOMAN KEJAKSAAN AGUNG 7/2023
5 PARAMETER EVALUASI
KEDAULATAN DATA INTELIJEN
100% ON-PREMISE RI
Menghilangkan risiko kebocoran target penyelidikan aktif ke vendor cloud pihak asing.
SASARAN WAKTU RESPON (SLA)
< 800 MS KUERI 5-LEVEL
Penelusuran instan graf multi-hop dan instruksi penahanan ke bursa terdaftar < 50 ms.
KESIAPAN ALAT APH

Kewajiban regulasi telah lengkap, namun instansi pelaksana membutuhkan workstation forensik mandiri di dalam negeri untuk akselerasi penegakan hukum.

05 | KERANGKA KERJA & TUJUAN STRATEGIS

Maksud & Tujuan Pengembangan Platform

Menyampaikan rancangan platform analisis aliran dana aset digital sebagai dukungan teknis atas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi di bidang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Pemulihan Keterlacakan Aliran Dana Multi-Chain
Akselerasi Waktu Penelusuran Titik Likuidasi
Laporan Pembuktian Formil Persidangan
Kedaulatan Data Intelijen On-Premise NKRI
TUJUAN STRATEGIS A · 62+ JARINGAN BLOCKCHAIN

Pemulihan Keterlacakan Aliran Dana yang Terputus

Menghubungkan kembali jejak transaksi yang sengaja disamarkan melalui perpindahan antar-jaringan blockchain publik, cross-chain swap/bridge, mixer, privacy protocol, dan pola pengaburan hop bertingkat.

TUJUAN STRATEGIS A ★
ENCLAVE SPEC
Rekonsiliasi Transaksi Graf Multi-Chain
  • 01 Cakupan Jaringan ACTIVE
    62+ Jaringan Blockchain Publik (Bitcoin UTXO, EVM, Solana, Tron, Cosmos)
  • 02 Rekonsiliasi Bridge ACTIVE
    LayerZero, Stargate, Wormhole & Cross-Chain Intents (ERC-7683)
  • 03 De-Anonymize Mixer ACTIVE
    Heuristik Waktu, Lot Nominal & Gas Relayer (Tornado/Railgun)
  • 04 Deteksi Multi-Hop ACTIVE
    Peeling Chains, Fan-Out Clustering & Rekonstruksi Directed Graph
  • 05 Dukungan Operasi ACTIVE
    Menembus Batas Ekosistem Tanpa Gap Visibilitas Antar Protokol
01 · KETERLACAKAN MULTI-CHAIN
02 · AKSELERASI RAPID TRIAGE
03 · BUKTI FORMIL PERSIDANGAN
04 · KEDAULATAN DATA INTELIJEN
BATASAN KEWENANGAN

BATASAN OPERASIONAL || RUANG LINGKUP SISTEM

Batas kewenangan operasional dan fungsi teknis platform INTEGRAL: Pemilahan tegas antara domain kapabilitas intelijen forensik blockchain yang diizinkan (In-Scope) versus batasan yudisial dan privasi yang dilarang (Out-of-Scope).

TERMASUK DALAM LINGKUP
[ KAPABILITAS SISTEM ]
Penelusuran Aliran Blockchain 62+ JARINGAN

Penelusuran aliran dana dan rekonstruksi graf transaksi pada seluruh jaringan blockchain publik (Bitcoin UTXO, EVM, Solana, Tron, Cosmos).

Atribusi Entitas & Dompet CLUSTERING INTEL

Pengelompokan (clustering) alamat dompet digital dan identifikasi keterkaitan entitas terhadap pedagang aset kripto, perantara, & target.

Pemantauan & Daftar Sanksi SANCTION WATCHLIST

Monitoring transaksi mencurigakan secara real-time dan penyaringan kueri terintegrasi terhadap daftar sanksi global (OFAC, PBB, AML/CFT).

Penyusunan Laporan Forensik EVIDENSI PERSIDANGAN

Penyusunan resume bukti forensik digital, audit trail transaksi ter-timestamp, dan berkas kepatuhan regulasi berstandar hukum acara (UU ITE).

TIDAK TERMASUK DALAM LINGKUP
[ LIMITASI HUKUM ]
Penyadapan & Intersepsi NON-INTERSEPSI

Sistem tidak melakukan intersepsi sinyal komunikasi, penyadapan percakapan telepon, atau peretasan terhadap jalur transmisi data pribadi.

Akses Data Nasabah Tanpa Izin PROSEDUR RESMI

Nir-akses terhadap data pribadi perbankan atau informasi KYC nasabah pada bursa tanpa dasar surat penetapan/permintaan resmi instansi.

Pemulihan Aset Langsung OTORITAS HUKUM

Sistem tidak melakukan pemblokiran sepihak atau penyitaan aset secara otomatis; tindakan eksekusi sepenuhnya wewenang aparat penegak hukum.

Penetapan Status Hukum Subjek PRADUGA TAK BERSALAH

Sistem murni menyajikan rekonstruksi fakta digital analitis; penetapan status hukum orang atau badan sepenuhnya wewenang yudisial/APH.

Threat Vortex Matrix Topology
ANALISIS ANCAMAN & TIPOLOGI KEJAHATAN

ANALISIS ANCAMAN || PERKEMBANGAN ASET DIGITAL

Pemetaan eskalasi ancaman kejahatan keuangan berbasis kripto: Menganalisis 17 tipologi pencucian uang digital dari pasar global $3T dan fragmentasi 60+ blockchain publik hingga taktik kamuflase lintas rantai di antara jutaan transaksi sah.

[ 01 ] METRIK GLOBAL

ESKALASI LINTAS RANTAI

Kapitalisasi $3T & Fragmentasi 60+ Blockchain Publik Aktif.

INDIKATOR ANCAMAN UTAMA
  • Kapitalisasi USD 3 Triliun: Nilai pasar aset kripto global yang bergerak tanpa otoritas kliring sentral.
  • > 60 Blockchain Aktif: Fragmentasi ledger mempersulit rekonstruksi aliran dana tanpa analitik terpadu.
  • Koridor Jembatan $54 Miliar: Volume likuiditas lintas rantai ($100 Juta/hari) tempat kejahatan tersamarkan.
[ 02 ] TAHAP PENEMPATAN

INJEKSI & STRUKTURISASI

Pemisahan Sumber Dana Ilegal ke Akun Digital (Placement).

TAKTIK & POLA DETEKSI
  • Smurfing & Threshold Bypass: Pemecahan nominal hasil kejahatan di bawah batas lapor regulasi PJK.
  • Unhosted Wallets: Pembuatan ratusan dompet privat anonim tanpa verifikasi identitas KYC.
  • Pintu Masuk Terdistribusi: Eksploitasi ATM kripto tanpa identitas, voucher P2P, dan pedagang fisik informal.
[ 03 ] ★ ANCAMAN KRITIS

PELAPISAN LINTAS RANTAI

Pengaburan Jejak Audit via 17 Pola TPPU Digital (Layering).

TAKTIK & POLA DETEKSI
  • Rantai Pengelupasan (Peeling Chains): Pengurangan saldo bertahap via ratusan hop transaksi berantai cepat.
  • Cross-Chain Bridging & Swap: Konversi otomatis antar-blockchain untuk memutus kesinambungan konsensus.
  • Mixer & Protokol Privasi (ZKP): Pemanfaatan pool anonimitas guna memutus relasi deposit dan penarikan dana.
[ 04 ] TAHAP INTEGRASI

INTEGRASI & CASHOUT

Pencairan & Legalisasi Dana ke Sistem Keuangan (Integration).

TAKTIK & POLA DETEKSI
  • Pialang OTC Non-KYC: Pencairan dana langsung melalui pialang informal tanpa pelaporan audit perbankan.
  • DeFi Yield & Wash Trading: Kamuflase staking dan jual-beli semu untuk melegalkan keuntungan.
  • Rekening Nominee Perbankan: Penarikan tunai fiat terstruktur ke jaringan rekening boneka sebelum penindakan.
[ 05 ] GAP KAPABILITAS

KESENJANGAN TEKNIS FORENSIK

Tiga Blind Spots Utama dalam Penegakan Hukum Konvensional.

TANTANGAN TEKNOLOGI INTI
  • Keterpisahan Data 60+ Chains: Ketiadaan agregasi terpusat yang menghubungkan catatan transaksi antar-ledger.
  • Protokol Nirpengetahuan (ZKP): Ketiadaan relasi kriptografis langsung antara penyetor dan penarik on-chain.
  • Keterlambatan Audit Manual: Perpindahan dana dalam detik berbanding audit manual yang memakan waktu berhari-hari.
Cross-Chain Smart Contract Routing & Bridge Matrix
TANTANGAN TEKNIS // IDENTIFIKASI KESENJANGAN

Tantangan Teknis

Tiga Kesenjangan Kapabilitas Analisis Forensik Aset Kripto

Fragmentasi data pada 60+ blockchain publik, pengaburan jembatan lintas rantai (lock-and-mint), dan protokol privasi nirpengetahuan memutus kesinambungan audit konvensional, menuntut solusi intelijen investigatif terpadu.

INTEGRAL CYBER FORENSIC CONSOLE v1.0 MODUL 01
KETERPISAHAN DATA 60+ RANTAI BLOK
Agregasi buku besar multi-rantai terdistribusi untuk eliminasi fragmentasi penyelidikan forensik.
CHAINS RESOLVED: 62+ PUBLIC LEDGERS
CONFIDENCE: 99.4% JUDICIAL GRADE
01

Keterpisahan Data
60+ Rantai Blok

Data transaksi tersimpan terpisah pada lebih dari 60 jaringan blockchain publik tanpa agregasi terpusat. Pelaku memanfaatkan fragmentasi ekosistem untuk menyembunyikan jejak dalam silo buku besar yang terisolasi.

02

Ketiadaan Sarana Analisis
Lintas Rantai (Cross-Chain)

Mekanisme jembatan lintas rantai (lock-and-mint / liquidity swap) memutus keterkaitan transaksi pada penjelajah blok konvensional. Aset berpindah seketika tanpa kesinambungan jejak audit relasional.

03

Penyamaran Transaksi Melalui
Protokol Privasi & Mixer

Protokol berbasis Zero-Knowledge Proofs (ZKP), tumbler, dan privacy pool mengaburkan korelasi input-output. Tanpa de-anonymization heuristics khusus, pergerakan dana tindak pidana menjadi tidak terlacak.

TITIK KRITIS INVESTIGASI || ANALISIS LINTAS RANTAI

TITIK TERPUTUSNYA JEJAK AUDIT

Mekanisme Keterputusan Audit Lintas Rantai: Penjelajah blok konvensional hanya membaca satu buku besar tunggal. Tidak terdapat satu pun transaksi yang menghubungkan keduanya pada catatan standar blockchain — penelusuran tradisional berhenti pada titik ini.

JARINGAN ASAL: ETHEREUM L1 PROOF OF WORK / STAKE CONTRACT
TERMINATED ON-CHAIN
Deposit TXID: 0x7a28...9e10 (Block #19482103)
Inflow Amount: 500,000 USDT
Destination Vault: 0xBridge_LockMint_01
Aset terkunci permanen dalam lock smart contract. Jejak audit on-chain berhenti total tanpa referensi ke rantai tujuan.
SIKLUS TERPUTUS AUDIT BLIND SPOT GAP: 100% DISCONNECTED
JARINGAN TUJUAN: ARBITRUM L2 ROLLUP RELAYER EXECUTION
PHANTOM INGRESS
Minting TXID: 0x3b91...44a1 (Block #78192014)
Outflow Minted: 500,000 WETH
Target Recipient: 0xTarget_ColdWallet
Aset terbit spontan dari validator relayer. Tidak ada hubungan historis parent transaction di blockchain explorer publik.
INTEGRAL Graph Core Chip
ANALISIS & EVALUASI // CORE BOTTLENECKS

KORELASI KENDALA KRIPTOGRAFI
TERHADAP HAMBATAN OPERASIONAL

Sebuah investigasi kejahatan aset kripto yang berkekuatan hukum diakui jauh melampaui sekadar analisis graf transaksi on-chain; kekuatannya lahir dari integritas rantai pembuktian (chain of custody), presisi metodologis, dan kepatuhan formil terhadap hukum acara pidana (KUHAP).

Batasan matematis protokol privasi (Zero-Knowledge Proof & Cross-Chain Mixer) secara langsung memutus mata rantai pembuktian, memicu kebuntuan operasional di 4 lini penegakan hukum dan kepatuhan yurisdiksi.

0%
ZKP
BREAKTHROUGH
Batas Matematis Tak Terpecahkan
5.1%–12.6%
HEURISTIK
DASAR
>87% Transaksi Blind Spot
+15%–22%
ESTIMASI URUTAN
WAKTU
Korelasi Probabilistik Semata

PENYIDIK KHUSUS

ZKP & LINTAS RANTAI
HAMBATAN: Berkas Mandet & Sulit P-21

Penelusuran fisik aset terhenti total saat dana melompati jembatan (bridge) atau masuk pool mixer. Ketiadaan bukti transfer langsung menggugurkan mata rantai pembuktian tindak pidana TPPU.

INTELIJEN KEUANGAN

HEURISTIK 5.1% – 12.6%
HAMBATAN: Tipologi Makro Gelap & Smurfing

Analisis pola deposit-withdrawal konvensional hanya menghubungkan sebagian kecil penarikan, menyisakan >87% ruang gelap (blind spot) atas sindikat pencucian uang lintas yurisdiksi.

KEPATUHAN VASP

GAP ATRIBUSI IDENTITAS
HAMBATAN: Verifikasi Asal Usul Dana Gagal

Bursa kripto lokal gagal memvalidasi keabsahan dana deposit (source of funds) akibat ketiadaan metadata identitas dompet mixer, memicu ancaman sanksi regulator (Bappebti/OJK/FATF).

FORENSIK & JPU

BUKTI FORMIL KUHAP
HAMBATAN: Bukti Rentan Gugur di Sidang

Pencocokan waktu probabilistik (+15%–22%) rentan dimentahkan hakim. Penuntutan memerlukan rekonstruksi rantai bukti (chain of custody) mutlak agar alat bukti sah dan berkekuatan hukum tetap.

SOLUSI TERINTEGRASI

PLATFORM INTELIJEN GRAF KRIPTO BERDAULAT UNTUK KEBUTUHAN STRATEGIS BIN.

Arsitektur 3 pilar terintegrasi menjawab seluruh kebuntuan operasional intelijen: Mengindeks 62 blockchain publik secara real-time, mendekonstruksi teknik pengaburan transaksi dengan klasterisasi graf berbasis AI, serta menjamin kedaulatan data hukum nasional secara mandiri di fasilitas internal BIN.

STREAM // 01 · DATA ACQUISITION & CROSS-BRIDGE

MULTI-CHAIN TRACING ENGINE

Cakupan 62 Jaringan Blockchain & Protokol Jembatan

62 BLOCKCHAINS

Menembus batasan fragmentasi data multi-chain secara real-time. Melacak perpindahan likuiditas kripto yang melompat melintasi jembatan (bridge) tanpa jeda waktu dan tanpa blind spot yurisdiksi.

  • Sinkronisasi Langsung 62 Blockchain: Node RPC terdedikasi untuk Bitcoin, Ethereum, Solana, TRON, Cosmos, hingga seluruh jaringan EVM & L2 rollups.
  • Cross-Bridge Message Tracking: Rekonstruksi rute Wormhole (VAA), LayerZero (GUID), Axelar, dan Circle CCTP guna merekatkan transfer antar-rantai.
  • Intent & Account Abstraction: Deteksi alur kontrak pintar ERC-4337, solver intents (ERC-7683), dan bundler privat dengan telemetri alerting seketika.
STREAM // 02 · INTELLIGENCE GRAPH & DE-ANONYMIZATION

NEURAL GRAPH DE-ANONYMIZATION

Atribusi Entitas Dompet & Pemecah Protokol Privasi

4.9M+ ENTITY GRAPH

Mentransformasi miliaran transaksi mentah menjadi jejaring aktor kriminal nyata melalui algoritma klasterisasi graf berbasis AI, membongkar pola perilaku operasional pengguna mixer dan Zero-Knowledge Proof.

  • Atribusi >4.9 Juta Entitas: Pemetaan klaster dompet bursa CEX global/lokal, OTC desk, pasar gelap, peretas negara, dan sindikat terorganisir.
  • ZKP Behavioral & Timing Analysis: Klasterisasi heuristik penarikan deposit, analisis korelasi waktu multi-dimensi, dan pelacakan jejak gas awal (gas provenance).
  • Multi-Hop Automated Graph Traversal: Rekonstruksi otomatis alur smurfing multi-hop hingga penetapan skor risiko dinamis (0–100) secara real-time.
STREAM // 03 · SOVEREIGN INFRASTRUCTURE & ADMISSIBILITY

ON-PREMISE SOVEREIGN ENCLAVE

Kedaulatan Data Mandiri & Bukti Formil KUHAP

KUHAP ADMISSIBLE

Menjamin kerahasiaan operasi intelijen tingkat tertinggi: Seluruh pengolahan data berjalan di fasilitas komputasi tertutup BIN (air-gapped) tanpa ketergantungan asing, menghasilkan alat bukti sah persidangan.

  • 100% On-Premise Sovereign Infrastructure: Deployment mandiri di data center internal BIN, perlindungan enkripsi HSM Level 4, zero data leak ke server asing.
  • Tamper-Proof WORM Dossier: Setiap berkas penelusuran disegel kriptografi SHA-256 berprinsip Write Once, Read Many guna menjamin integritas rantai bukti (chain of custody).
  • Standar Pembuktian & Verifikasi Fisik (KUHAP): Verifikasi QR Code instan untuk Hakim/JPU serta ekspor berkas terstandarisasi siap sidang (PPATK, Kejaksaan, FATF).
INTEGRAL Graph Core 3D Intelligence Processor
BAB 11 · KAPABILITAS SISTEM // DELAPAN FITUR UTAMA MODUL ANALITIK

DELAPAN KAPABILITAS UTAMA MODUL FORENSIK INTEGRAL

Dirancang menembus seluruh teknik penyamaran tindak pidana kripto: Rekonstruksi jembatan lintas rantai, pembongkaran pola mixer ZKP, audit gas fee perdana, hingga otomasi berkas perkara KUHAP.

KAPABILITAS
SISTEM

AUDIT TRANSAKSI MULTIRANTAI

Rekonstruksi graf komprehensif melintasi 62 blockchain simultan dengan rantai pembuktian KUHAP P-21.

62LEDGER
13 | DASHBOARD INTEGRAL

Operasionalisasi Forensik Kripto Antarmuka Intelijen & Ruang Kerja Taktis Analis Siber BIN

CETAK BIRU INTEGRAL

Pengembangan Sistem & Kemandirian Arsitektur

Blueprint 4-Lapis Platform INTEGRAL & Alih Teknologi SDM BIN

Rancangan teknis menyeluruh sistem investigasi kejahatan kripto: Isolasi komputasi berdaulat, pengindeksan terdistribusi 62 blockchain, orkestrasi 6 mesin forensik AI, serta roadmap alih teknologi tanpa vendor lock-in.

01. Ingesti Data & Node
DATA INGESTION
Penyerapan Transaksi Real-Time Melintasi 62 RPC Node Berdaulat.

Sinkronisasi node on-premise mandiri tanpa ketergantungan pihak ketiga. Dilengkapi mempool streamer, dekoder jembatan lintas rantai (cross-chain bridge decoders), dan pipeline streaming Apache Kafka berkapasitas throughput tinggi.

02. Penyimpanan & Graf
GRAPH INDEXING
Pangkalan Data Graf Skala Petabyte & Repositori Bukti WORM.

Mesin graf berkinerja tinggi yang memetakan miliaran simpul relasi transaksi secara instan, dipadukan dengan repositori digital berprinsip Write-Once-Read-Many (WORM) berstempel waktu SHA-256 untuk perlindungan keaslian bukti hukum.

03. Inti Analitik AI
CORE FORENSIC
Enam Mesin Analisis Forensik Khusus Menembus Obfuskasi Aset Kripto.

Otomasi rekonstruksi jembatan (bridge), pemecah mixer ZKP (timing & relayer correlation), audit saldo gas perdana (first-funding), hingga algoritma GNN untuk klasterisasi identitas sindikat terorganisir.

04. Tata Kelola & SDM
SOVEREIGN SDM
Antarmuka Taktis, Human-in-the-Loop, & Kemandirian Penuh SDM BIN.

Ruang kerja kanvas visual bagi analis BIN dengan kontrol akses RBAC berlapis, penerbitan BAP standar KUHAP P-21, serta program alih teknologi komprehensif tanpa ketergantungan vendor asing (zero vendor lock-in).